Diet menjadi tren yang tak pernah padam di kalangan masyarakat urban. Namun, ambisi menurunkan berat badan terkadang membuat seseorang mengambil jalan pintas yang berisiko tinggi. Kisah seorang influencer yang selama enam bulan hanya mengonsumsi makanan rebus tanpa variasi gizi justru berakhir dengan diagnosis pankreatitis akut menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang ingin menurunkan berat badan secara instan.
Bahaya Diet Monoton Tanpa Pengawasan
Kasus ini menggambarkan betapa berbahayanya pola makan yang terlalu ketat dan monoton. Selama enam bulan, sang influencer hanya mengonsumsi sayuran dan protein rebus tanpa lemak, karbohidrat kompleks, atau nutrisi esensial lainnya. Awalnya, berat badannya turun drastis dan viral di media sosial. Namun tubuhnya mulai memberikan sinyal bahaya: nyeri perut hebat, mual terus-menerus, hingga demam tinggi yang mengharuskannya dirawat di rumah sakit. Dokter mendiagnosisnya mengalami pankreatitis—peradangan pada pankreas yang dipicu oleh ketidakseimbangan metabolisme akibat pola makan tidak wajar.
Mengenal Pankreatitis dan Faktor Pemicunya
Pankreatitis tidak hanya disebabkan oleh konsumsi alkohol atau batu empedu. Menurut para ahli gizi, diet ekstrem yang menghilangkan kelompok makanan tertentu dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi pankreas. Organ ini bertugas menghasilkan enzim pencernaan dan insulin. Ketika asupan nutrisi tidak seimbang—misalnya kekurangan lemak sehat atau kelebihan protein tanpa karbohidrat—pankreas bekerja ekstra keras hingga mengalami peradangan. Gejalanya meliputi nyeri ulu hati menusuk, muntah, dan gangguan pencernaan serius yang membutuhkan penanganan medis intensif.
Pola Diet Sehat yang Berkelanjutan
Alih-alih mengikuti tren diet viral tanpa dasar ilmiah, lebih bijak memilih pendekatan yang berkelanjutan. Ahli gizi menyarankan prinsip “gizi seimbang”: kombinasi karbohidrat kompleks, protein berkualitas, lemak sehat, serat, serta vitamin dan mineral dari berbagai sumber makanan. Diet sehat bukan tentang menghilangkan kelompok makanan tertentu, melainkan mengatur porsi dan frekuensi konsumsi. Untuk hasil optimal dan aman, konsultasikan rencana diet kepada tenaga kesehatan profesional. Bagi yang ingin memulai transformasi tubuh dengan pendekatan holistik, platform seperti https://n8ihi.com/ menyediakan panduan berbasis sains yang dapat dijadikan referensi awal.
Penutup
Kasus influencer ini menjadi pengingat bahwa kesehatan jauh lebih berharga daripada angka di timbangan. Diet seharusnya memperbaiki kualitas hidup, bukan mengorbankan fungsi organ vital. Sebelum memulai program penurunan berat badan, prioritaskan edukasi dan pendampingan ahli. Tubuh kita membutuhkan variasi nutrisi untuk berfungsi optimal—bukan pembatasan ekstrem yang berujung pada masalah kesehatan serius.